Allah SWT menciptakan alam semesta ini begitu sempurna beserta isinya. Di alam semesta ini terdapat banyak bagian-bagian yang saling berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup didalamnya dan keterkaitan antara makhluk hidup itu
sendiri dengan lingkungannya, karena makhaluk hidup tidak akan hidup tanpa bantuan makhaluk hidup yang lain. Banyak kita lihat di sekitar kita semua makhaluk hidup sealalu berdampingan deangan makhaluk hudup yang lain untuk mempertahan kan hidupnya sebagai contoh pohon membutuhkan air untuk melangsungkan kehidupanya semua akan berjalan denagn serasi apabila makhaluk hidu selalu beredampingan deangan makhaluk hidupp lainya.
Tingkat organisasi yang lebih tinggi
dari komunitas adalah ekosistem. Tidak hanya mencakup serangkaian spesies
tumbuhan saja, tetapi juga segala bentuk material yang melakukan siklus dalam
sistem itu, dan energi yang menjadi sumber kekuatan bagi ekosistem. Sinar
matahari merupakan sumber energi dalam sebuah ekosistem, yang oleh tumbuhan
dapat diubah menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis. Kemampuan
tumbuhan menyerap berbagai bahan mineral dari tanah, yang seterusnya diolah
dalam proses metabolisme. Semua jaringan hidup, baik hewan maupun tumbuhan akan
mati, jatuh ketanah sebagai sampah, dan menajadi bahan makanan bagi aneka ragam
mikroba tanah. [1]Jadi
dalam tanah itu dapat juga dijumpai dua jenis mikroba, yaitu mikroba pembusuk
dan mikroba pengurai.
Hewan
dan manusia menggunakan oksigen yang terdapat diudara untuk bernapas dan
mengeluarkan karbon dioksida (CO2) ke udara. Tumbuhan mengambil karbon dioksida
dari udara untuk proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen sebagai sebagai produk
sampingnya.[2]
a) Ekosistem alami,
yaitu ekosistem yang trebentuk secara alami. Misal: ekosistem hutan, laut,
sungai, dan rawa. Ekositem alami merupakan ekositem yang komponen- komponennya lebih
lengkap, tidak memerlukan pemeliharan atau subsidi energi karena dapat
memelihara dan memenuhi sendiri, dan selalu dalam keseimbangan. Ekosistem ini
lebih mantap, tidak mudah terganggu, tidak mudah tercemar, kecuali jika ada
bencana alam. Ekositem alami juga dibentuk secara sendiri tanapa campur tangan manusia.[3]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar